Proyek Konstruksi ini Termahal Sejagad Raya

Proyek konstruksi di Indonesia tengah kencang-kencangnya digalakkan. Mulai itu dari tol, jembatan, pelabuhan, hingga bandara. Bahkan di jagat raya juga ternyata ada lho proyek konstruksi yang telah menghabiskan banyak uang hingga triliunan rupiah. Sebut saja proyek termahal itu Tol Sumatera, proyek jalan tol yang menghubungkan antara Aceh sampai dengan Lampung itu memakan anggaran senilai Rp 476 triliunan. Kemudian ada proyek MRT Jakarta yang menghabiskan kurang lebih Rp 30 triliun.

Tapi, kalau dibandingin sama proyek-proyek di luar negeri besaran tersebut masih belum ada apa-apanya. Berikut ini beberapa proyek konstruksi termahal sepanjang masa di dunia, diurut dari yang termahal.

Interstate Highway System – Rp 6.600 triliunan

Pasca Perang Dunia ke II, Amerika Serikat berbenah diri, salah satunya dengan melakukan pembangunan infrastruktur jalan raya. Akhirnya di tahun 1956, Presiden AS saat itu Dwight Eisenhower memprakarsai Interstate Highway System. Tujuannya yang utamanya adalah untuk meningkatkan jalur distribusi barang yang menggunakan truk-truk besar.

Selain itu, jalur ini juga membantu mempersingkat waktu tempuh antar negara bagian di Amerika Serikat. Siapa sangka kalau proyek ini menjadi proyek infrastruktur termahal sepanjang sejarah manusia dengan menghabiskan dana US$ 459 miliar atau Rp 6.600 triliun. Jalan ini membentang sepanjang 47.000 mil dan baru rampung dalam waktu 35 tahun.

International Space Station – Rp 2.100 triliunan

Tinggal di luar angkasa bukan hal yang gak mungkin lagi. Pada tahun 1994, beberapa negara memprakarsai berdirinya Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Di antaranya dari AS, Kanada, Jepang, Prancis, Jerman, Rusia, dan masih banyak lagi. Hingga akhirnya pada tahun 1998, ISS berhasil mengudara di orbit bumi. Proyek konstruksi luar angkasa ini memakan dana yang fantastis, sekitar US$ 150 miliar atau Rp 2.100 triliunan. Dengan berdirinya stasiun luar angkasa ini, jadi tonggak kemajuan ilmu pengetahuan dunia khususnya ilmu astronomi.

Kashagan Fields – Rp 1.600 triliunan

Kashagan Fields merupakan tambang minyak terbesar di dunia. Berlokasi di Kazakhstan, tambang ini mampu memproduksi 90 ribu barel minyak per harinya. Perusahaan-perusahaan top dunia bahkan sudah banyak yang mangkal di sana, sebut saja seperti Exxon, Shell, hingga Total. Biaya pembangunan infrastruktur tambang ini mencapai US$ 116 miliar atau Rp 1.600 triliunan.

Uang sebesar itu mungkin akan terbayarkan dengan jumlah minyak yang dihasilkan. Bahkan dikutip dari laman offshore-technology, produksi minyaknya pada tahun 2021 mencapai 1,5 juta barel per hari.

King Abdullah Economic City – Rp 1.300 triliunan

Arab Saudi bakal memiliki kota modern baru yang bernama King Abdullah Economic City. Pembangunannya diprakarsai oleh Raja Abdullah yang diperkirakan bakal rampung pada tahun 2020.

Nantinya di area ini bakal berdiri hotel berbintang lima, gedung-gedung perkantoran mewah, serta pusat bisnis prestisius lainnya. Arab Saudi menggelontorkan dana yang gak murah buat mewujudkan proyek konstruksi ini, yaitu sekitar US$ 95 miliar atau Rp 1.300 triliunan.

Dubailand – Rp 1.000 triliunan

Inilah yang digadang-gadang sebagai area permainan yang paling ambisius di dunia. Dufan, Universal Studio, bahkan Disneyland bakalan lewat deh dengan taman bermain yang satu ini. Diperkirakan bakal dibuka pada tahun 2020, proyek ini mengerahkan dana besar sampai US$ 76 miliar atau Rp 1.000 triliunan.

Itulah lima proyek konstruksi yang berharga fantastis. Demi pembangunan, memang gak ada yang murah. Kalau kamu mau mendirikan infrastruktur yang fantastis, ya harus siap keluar modal yang besar.

FIFA World Cup 2022 Qatar – Rp 2.880 triliunan

Dimulai sejak 2015 yang lalu, Qatar membangun sejumlah mega proyek infrastruktur di seluruh wilayah sejak terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Negara Teluk itu menghabiskan total dana USD 200 miliar atau sekitar Rp. 2.880 triliun untuk mendirikan stadion, jalan raya, rel kereta api, rumah sakit, hotel, mal, kota, dan bandara baru.

Water Diversion Project China – Rp 1.100 triliunan

China memang telah dikenal memiliki masalah pasokan air sejak lama. Bagian utara China diduduki oleh lebih dari 50 persen keseluruhan warganya. Padahal pasokannya hanya 20 persen dari sumber daya air negara. 

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah China mulai membangun konstruksi 3 kanal raksasa untuk memindahkan sumber daya air di selatan China dari sungai Yangtze, Yellow, Huaihe dan Haihe menuju utara dengan biaya mencapai Rp. 1.100 kuadriliun. Proyek ini direncanakan akan mampu menyuplai 44,8 meter kubik air tiap tahunnya yang melintasi 965 kilometer daratan.

International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER)

ITER adalah proyek penelitian penggunaan tenaga reaktor nuklir terbesar di dunia yang berlokasi di Prancis. Pembuatannya sudah dimulai pada tahun 2007 silam yang diinisiasi oleh enam anggota Uni Eropa yakni India, Jepang, Rusia, Korea Selatan serta Amerika Serikat. Dikutip dari Reuters, rencananya bangunan ini akan selesai pada tahun 2025 mendatang dengan estimasi anggaran yang dihabiskan mencapai USD 25 miliar atau Rp 341.4 triliun.

Bandar Udara Internasional Kansai

Konstruksi Bandara Kansai dimulai pada tahun 1987 dan dibuka pada tahun 1994. Bandara ini dibangun untuk mengurangi kepadatan Bandara Internasional Osaka. Memiliki lebih 185 penerbangan per tahun, bandara ini dibangun di atas pulau buatan yang terletak di Teluk Osaka di Jepang. Didapuk sebagai bandara dengan biaya konstruksi yang paling tinggi di dunia mencapai USD 20 Miliar atau Rp 273.1 Triliun.

Hotel Abraj Al Bait

Dikutip dari The Guardian, Abraj Al Bait adalah gedung pencakar langit paling mahal di dunia yang menghabiskan biaya biaya hingga USD 15 miliar atau Rp 204.8 triliun. Hotel ini terletak di dekat Masjidil Haram yang berada di Mekkah. Dengan tinggi mencapai 601 meter. Tak heran jika hotel 120 lantai ini menjadi hotel paling tinggi di dunia.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Olkiluoto

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Olkiluoto adalah PLTN kedua yang dimiliki Finlandia. Saat ini PLTN memiliki dua reaktor nuklir. Namun, nantinya reaktor ketiga akan mulai aktif digunakan pada tahun 2021. Dikutip dari Teknik Katalogus, biaya pembuatan bangunan yang berlokasi di Eurajoki Finlandia ini mencapai USD 11 miliar atau Rp 150.2 triliun.

Kasino Marina Bay Sands

Untuk membuat kasina yang bisa bersaing dengan dominasi kasino di Las Vegas, Singapore memilih membuat kasino dengan bantuan Kantilever (sebuah elemen struktural seperti balok yang terbuat dari besi sebagai penyangga secara vertikal) terbesar di dunia. Dengan ketinggian mencapai 200 meter dan dilengkapi 55 lantai. Dikutip dari Travel Travia, konstruksi Marina Bay Sands menelan biaya hingga USD 8 miliar atau Rp 109.2 triliun.

Resort World Sentosa

Masih di Singapore, Resort World Sentosa adalah salah satu tempat hiburan paling mahal yang pernah dibuat. Terletak di sebelah selatan pesisir Singapura, tepatnya di Pulau Sentosa, Resort World Sentosa terdiri dua kasino Sea Aquarium, hingga Universal Studio. Dikutip dari World Atlas, konstruksi Resort World Sentosa menelan biaya mencapai USD 6.5 miliar atau Rp 88.9 triliun.

This entry was posted in Perusahaan Kontraktor and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.